Malam cerah namun tidak hitam pekat
Kupandangi bulan sebelum Isya menjemput
Bulan sempurna kekuningan, besar dan bulat
Mencipratkan cahaya pada awan disekitarnya yang
riang menggeliat
Entah mengapa aku selalu bisa menikmati pesonanya
Membawa kemabali pada kenangan indah
Walau aku sendiri kenangan indah yang mana
Namun aku merasakan rindu yang maya
Semua bisa gratis menikmatinya
Dan mulai terlena pada kenangannya
Tapi buruh?
Bagaimana dengan buruh?
Buruh belum tentu bisa
Buruh yang kena shift malam kerja
Dia takkan mersakannya
Dia harus fokus pada produksi perusahaan milik
tuannya
Yang membawa keuntungan berlipat ganda
Tentu keuntungan yang menggemukkan tuannya
Bukan untuk dirinya yang semakin kurus saja
Buruh tak punya apa-apa selain tenaga
Sebatas mengaharap upah untuk istri dan anaknya
Cucuran peluh di bawah sinaran satelit alamiah
Takkan memberi kesempatan menatap purnama
Sebab target demi target harus dikejarnya
Untuk mndapat bonus dua sendok suapan anaknya
Yah! Hanya dua sendok suapan untuk anaknya
Sementara tuannya?
Akan mampu bersekop-sekop makanan bermerek untuk
kucing kesayangannya
Dan purnama semakin putih, kecil den cemerlang
Soppeng, 09 agustus 2017