Pemuda merupakan sector dan
golongan yang berjumlah besar dalam masyarakat Indonesia.Mereka berusia muda
diantara 15-30 tahun, yang mempunyai ciri-ciri khusus yakni dinamis, mobilitas yang
tinggi, aktif dan cinta perubahan. Sebagai usia yang produktif, pemuda memiliki
masa depan untuk bisa mengembangkan dirinya untuk membangun di segala bidang
menuju kemajuan bersama masyarakat.
Dilihat dari aspek usia,pemuda
berjumlah 75 Juta orangdari jumlah penduduk Indonesia sebesar 244, 8 Juta orang.
Pemuda tersebar sebagai pelajar dan mahasiswa, buruh, tani. Persebaran yang ada
di setiap sektor dan ciri-ciri khususnya menjadikan kedudukan peran pemuda sangat penting sebagai tenaga produktif
dalam suatu bangsa. Sejarah menunjukkan peran penting pemuda dalam gerakan
Indonesia, ditandai dengan perjuangan pemuda yang gigih bersama rakyat sejak
erapra kemerdekaan sampai dengan Gerakan Mei 1998 dan hingga saat ini.
Namun penghisapan dan penindasan oleh
imperialisme, feodalisme serta kapitalisme-birokrat, membuat pemuda tidak
mempunyai kepastian untuk mengembangkan kemamupuannyasebagai tenaga
produktif.Pemuda kehilangan masa depannya mengalami persoalan akibat system
yang berlaku. Berbagai persoalan pun kini dihadapi pemuda, mulai dari PHK
massal, ketiadaan kesempatan kerja, penghidupan yang tidak layak, biaya
pendidikan yang mahal, keterbelakangan sosial, dan diskriminasi. Di bawah
sistem penindasan Setengah Jajahan- Setengah Feodal (SJSF) yang tidak berpihak
pada pemuda, masa depan pemuda terampas baik di lapangan ekonomi, politik dan kebudayaan, sehingga
tidak memberikan tempat bagi pengembangan diri untuk belajar dan bekerja agar kelak dapat mengabdi kepada
rakyat. Perkembangan tenaga produktif pemuda selama ini terhambat akibat sistem
setengah jajahan dan setengah feodal di Indonesia.Negara menjadikan pemuda sebagai
tenaga kerja murah dan sasaran pemasaran saja.Rendahnya lapangan kerja dan
mahalnya biaya pendidikan, mendorong pemuda menjadi lumpen perkotaan atau
pedesaan yang mempunyai karakter dan kebudayaan yang terbelakang.Hal ini juga
yang mendorong pemuda untuk bertahan hidup melalui tindakan-tindakan anti
sosial seperti; merampok, mencuri, memakai obat terlarang, premanisme, dan
lain-lain. Sehingga di usia yang produktif, seharusnyapemuda sangat mempunyai kepentingan terhadap ketertersediaan
lapangan pekerjaan dan pendidikan yang mampu mengembangkan dan membentuk pemuda
menjadi tenaga produktif yang dapat menopang kemandirian dan kedaulatan rakyat.
Salah-satu persebaran sektor pemuda yang menjadi
kajian dalam materi ini adalah Pemuda Mahasiswa sebagai latar belakang dari
kita. Mahasiswa sebagai sektor dan golongan yang ada di pemuda, telah membuktikan keaktifan bersama rakyat
dari setiap babak-babak perjuangan rakyat Indonesia. Pemuda mahasiswa mempunyai
perbedaan sekaligus merupakan keuntungan yang harus dimanfaatkan untuk menopang
perubahan.Dibanding pemuda buruh, pemuda tani, pemuda mahasiswa mempunyai
keleluasaan yang besar untuk belajar memahami teori-teori yang didapatkan di
perguruan-perguruan tinggi.
Atas keadaan itu, menjadi salah-satu factor yang
mendorong Pemuda mahasiswaambil bagian dalam perubahan sosial di tengah
masyarakat, terutama dalam ranah perjuangan
pendidikan (kebudayaan) dan lapangan kerja hingga saat ini. Akan tetapi,
kemampuan pada aspek
pengetahuan dan keterampilan yang diberikan institusi
pendidikan kepada mahasiswa,kerapdijadikan untuk mendukung kepentingan
imperialis AS dan feodalisme serta kapitalisme birokrat dalam melanggengkan
penghisapan dan penindasan di Indonesia.Inimenjadi
persoalan yang dialami pemuda mahasiswa dalam dunia pendidikanIndonesia yang
tidak ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada rakyat.
Maka
sudah selayaknya kita sebagai pemuda mahasiswa dapat belajar secara teori dan
praktek untuk memahami pemuda mahasiswa dan problem pokoknya."pengantar PDO FMN"
0 komentar:
Posting Komentar