Selasa, 08 Agustus 2017

Purnama Kekuningan




Malam cerah namun tidak hitam pekat
Kupandangi bulan sebelum Isya menjemput
Bulan sempurna kekuningan, besar dan bulat
Mencipratkan cahaya pada awan disekitarnya yang riang menggeliat

Entah mengapa aku selalu bisa menikmati pesonanya
Membawa kemabali pada kenangan indah
Walau aku sendiri kenangan indah yang mana
Namun aku merasakan rindu yang maya

Semua bisa gratis menikmatinya
Dan mulai terlena pada kenangannya

Tapi buruh?
Bagaimana dengan buruh?

Buruh belum tentu bisa
Buruh yang kena shift malam kerja
Dia takkan mersakannya
Dia harus fokus pada produksi perusahaan milik tuannya
Yang membawa keuntungan berlipat ganda
Tentu keuntungan yang menggemukkan tuannya
Bukan untuk dirinya yang semakin kurus saja

Buruh tak punya apa-apa selain tenaga
Sebatas mengaharap upah untuk istri dan anaknya
Cucuran peluh di bawah sinaran satelit alamiah
Takkan memberi kesempatan menatap purnama
Sebab target demi target harus dikejarnya
Untuk mndapat bonus dua sendok suapan anaknya
Yah! Hanya dua sendok suapan untuk anaknya
Sementara tuannya?
Akan mampu bersekop-sekop makanan bermerek untuk kucing kesayangannya

Dan purnama semakin putih, kecil den cemerlang

Soppeng, 09 agustus 2017
Share:

Dia Keindahan Hidup


Dia yang berseragam
Putih merah
Putih biru
Putih abuh
Dan kembali berwarna warni
Kembali dan menjadi pelangi

Dia punya sahabat
Bersahabat dengan sekumpulan kertas dan tulisan berisi informasi
Bersahabat dengan susunan huruf, kata dan menjadi kalimat indah nan wangi
Tapi sahabatnya terkerumuni sepi
Nyaris tak terhampiri
Lapuk termakan rak-rak pelastik
Dan masih selalu setia menunggu dijamah sahabatnya sendiri

Sahabat bernama buku
Buku yang lahir dari serpihan hidup pepohonan
Menyia-nyiakannya berarti menyia-nyiakan kehidupan
Menyia-nyiakan susunan kata atas buah pikiran
Menyia-nyiakan harapan kebajikan tersebar dan terperaktekkan
Hingga tak mampu mengindahkan hujan

Bersahabat buku dan menjadi pelangi
Yang memberi warna pada kehidupan sunyi

Dialah kaum terpelajar
Dialah kaum berpendidikan
Dialah kaum muda
Dialah kita

Dan kepada kita
Harapan kehidupan digantungkan

Soppeng, 08 agustus 2017
Share: